Thursday, January 19, 2012

Tinggi Potensi Korupsi Politik Tahun Ini


YOGYAKARTA--MICOM: Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memperkirakan tahun ini berpotensi tinggi terjadi korupsi politik karena partai politik mulai menyiapkan kemenangan Pemilihan Umum 2014.

"Dua tahun menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 menjadi masa ideal bagi partai politik untuk melakukan 'pemanasan' yang berbanding lurus dengan maraknya kasus korupsi akhir-akhir ini," kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenal Arifin Mochtar di Yogyakarta, Kamis (19/1).

Menurut dia, partai politik sudah menyiapkan mesin untuk melakukan konsolidasi. Hal itu berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi, karena kemungkinan yang terjadi adalah partai politik akan semakin rakus merampok uang negara atau jika ada upaya pemberantasan korupsi itu hanya semu dan di permukaan saja.

Oleh karena itu, kata dia, pada saat masa transisi ada dua hal yang harus diwaspadai karena partai politik mulai gencar mengumpulkan dana segar menjelang pemungutan suara 2014.

"Hal pertama adalah kader partai politik di DPR atau pemerintahan berusaha mendapatkan 'persenan' dari setiap proyek pemerintah, sedangkan hal kedua adalah gesekan politik menghalangi proses penegakan hukum," kata dosen Fakultas Hukum UGM itu.

Ia mengatakan semakin mendekati Pemilu 2014, persaingan politik antarpartai, elite, dan kepentingan semakin memanas. Dalam konteks pemberantasan korupsi, perilaku politik saling menyandera itu akan menghambat proses penegakan hukum.

"Tarik ulur kepentingan sangat tinggi karena eskalasi politik semakin memanas. Jika tidak mampu mengeliminasi tekanan politik, upaya pemberantasan korupsi tahun ini tidak akan mengalami kemajuan yang berarti," kata Zaenal. (Ant/OL-2)

sumber: Media Indonesia

Popular Posts