INILAH.COM, Jakarta - Rapat Kerja Pemerintah 2012 telah selesai digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.
Dalam rapat yang dipimpin langsung Presiden SBY itu terungkap beberapa penyebab kendala pembangunan pada 2011, salah satunya lemahnya penyerapan anggaran.
Presiden SBY menilai, lambatnya penyerapan APBN dan APBD pada 2011, serta lemahnya sistem birokrasi pemerintahan dipengaruhi oleh permainan politik uang. "Fenomena politik uang nampak berkembang, kalau dibiarkan akan mencederai dan merusak demokrasi yang bermartabat, hati-hati ini racun," tegasnya.
SBY mengharapkan, racun politik uang itu tidak ada lagi di tahun ini. Sehingga diharapkan penyerapan anggaran dapat lebih optimal dan tidak terhambat oleh sistem birokrasi yang panjang.
Praktik korupsi, kolusi dan nepotisme pun menurut presiden harus dihentikan untuk mewujudkan pembangunan negeri yang lebih nyata. "Masih ada yang belum optimal menyerap anggaran, sayang sekali, uangnya ada tidak bisa dbelanjakan," kata SBY.
Infrastruktur pemerintahan di tingkat pusat dan daerah, lanjut SBY, juga harus dipastikan lebih memadai dibanding 2011. "Masih ada hambatan terhadap investasi diseluruh tanah air. terutama dari segi perizinan, dan kepastian hukum. Lagi-lagi ini masalah birokrasi, mari kita instropeksi," kata SBY.
Racun politik uang dinilai SBY telah menyebar di berbagai tingkatan dan bidang kehidupan. Lembaga yang seharusnya saling mengawasi malah bersekongkol mencuri uang rakyat.
"Penyimpangan dan korupsi masih saja terjadi baik di pusat maupun didaerah, termasuk korupsi dan kolusi di sektor perpajakan dan penggunaan APBN. Termasuk kolusi dan korupsi yang melibatkan anggota DPR dan unsur-unsur pemerintah," tambahnya. [mah]
Sumber:Inilah