Wednesday, December 11, 2013

Jokowi tetap teratas, PAN makin ngebet menggaet



Merdeka.com - Peneliti Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai apabila Joko Widodo (Jokowi) direstui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju mencalonkan diri sebagai presiden, maka dia bakal menang di Pilpres 2014.

"Yah intinya sekarang ini Jokowi paling populer itu terserah kalau PDIP mau mencalonkan atau tidak," ujar Burhan di Rumah Gagasan PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (11/13).

Burhan juga menyebut, Jokowi salah satu tokoh yang paling potensial saat ini untuk memenangi Pilpres 2014. Bahkan, menurutnya, besar kemungkinan Jokowi bisa menang satu putaran, karena saat ini tidak ada calon mampu menandingi.

"Iya kalau hari ini bakal menang dan sampai 2014 ke depannya," katanya.

Sementara itu, Ketua DPP PAN Bara Hasibuan, mengakui popularitas dan elektabilitas moncer Jokowi saat ini. Menurutnya, PAN juga sedang mendekati mantan Wali Kota Solo itu.

"Oh yah kita mengakui bahwa Jokowi politikus paling populer saat ini dan juga salah satu nama yang dibicarakan dan bisa berpasangan dengan Hatta Rajasa," kata Bara.

Bara menuturkan, Jokowi dipasangkan dengan Hatta Rajasa, Ketum PAN, pasangan ini akan sangat melengkapi. Pasalnya, Jokowi dengan popularitasnya kian tinggi ditambah dengan Hatta Rajasa yang sangat berpengalaman di birokrasi.

"Personal Jokowi saling melengkapi, satu politikus sangat populer, yang satu lagi pak Hatta Rajasa berpengalaman di pemerintahan," katanya.

Bara juga menambahkan, prestasi Hatta Rajasa sebagai Menko Perekonomian dinilai sangat baik, lantaran membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Lebih penting juga pertumbuhan ekonomi kita bisa dilihat sekarang sudah baikan dari sebelumnya, kemudian bisa ditingkatkan lagi, itu suatu prestasi," tandasnya.

(Laporan: Sukma Alam)

[ren]

sumber: http://www.merdeka.com/politik/jokowi-tetap-teratas-pan-makin-ngebet-menggaet.html

Friday, December 6, 2013

Sebelum pingsan, Angie menangis saat tiba di KPK



Jakarta (ANTARA News) - Mantan Anggota DPR RI, Angelina Patricia Pingkan Sondakh atau Angie menangis ketika dikerumuni wartawan saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Jumat siang,  sebagai saksi pada kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian saham PT. Garuda.

Setelah diperiksa KPK selama sekitar lima jam, Angie pingsan di mobil tahanan.

Angie tiba di gedung KPK dengan berderai air mata, ia langsung masuk ke ruang steril KPK tanpa berkomentar apapun kepada wartawan.

Mantan Putri Indonesia 2001 itu terlihat berambut pendek dan sangat tertekan.

KPK juga memeriksa anggota Komisi I dari fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir dan anggota Komisi X dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan I Wayan Koster.

Tersangka dalam kasus ini merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Ia diduga menyamarkan uang hasil kejahatan dengan membeli saham Garuda senilai Rp300,8 miliar dari hasil korupsi pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek Wisma Atlet SEA Games 2011.

Angie saat ini tengah menjalani vonis dari perkara korupsi anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis Angie menjadi 12 tahun penjara dan denda hingga Rp39 miliar.

Vonis ini jauh lebih berat dari putusan pengadilan negeri Tindak Pidana Korupsi yang hanya mengganjar Angelina Sondakh 4,5 tahun penjara.
Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © 2013

sumber: http://www.antaranews.com/berita/408338/sebelum-pingsan-angie-menangis-saat-tiba-di-kpk

Ridwan Saidi: Jakarta Acak-acakan, Makin Hancur di Tangan Jokowi



JAKARTA, KOMPAS.com -- Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menilai kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sangat berantakan. Ridwan menilai pekerjaan pemimpin gerakan Jakarta Baru tersebut lebih buruk dibanding era gubernur Fauzi Bowo atau Foke.

"Lebih buruk dan lebih hancur dalam sejarah Indonesia. Acak-acakan Jakarta," kata Ridwan seusai menjadi pembicara dalam diskusi menyambut Hari Antikorupsi Rakyat Menggugat Integritas, Jumat (6/12/2013) di Jakarta.
Saat berbicara dalam forum itu, Ridwan juga menyatakan bahwa sama sekali tidak ada pekerjaan positif yang dilakukan oleh Jokowi dan Basuki. Meski demikian, Ridwan tidak menjelaskan lebih detail seperti apa keburukan yang ia maksudkan terhadap kepemimpinan Jokowi-Basuki.

Ridwan berharap agar warga tidak tertipu dengan hal-hal yang diperlihatkan Jokowi, misalnya ketika Jokowi turun ke gorong-gorong. Ia menyayangkan warga yang terlalu mengagumi Jokowi sehingga mendorong kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Menurut Ridwan, karena kondisi Jakarta yang semakin acak-acakan, ia yakin pemerintahan Jokowi-Basuki tidak akan bertahan sampai dua tahun. "Jadi gubernur kagak bakal sampai dua tahun, dijatuhin. MRT (mass rapid transit) bakal acak-acakan, Waduk Pluit acak-acakan. Enggak ada perbaikan dari dia, makin hancur di tangan dia," kata Ridwan.

Penilaian Ridwan ini sangat berbeda dibanding pernyataan yang disampaikannya beberapa waktu lalu. Dalam berbagai forum, Ridwan menyebut Jokowi-Basuki tiada bandingnya.

Saat Jokowi-Basuki menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, misalnya, Ridwan menilai kepemimpinan mereka sangat baik. Ia juga mengapresiasi ketegasan Jokowi dan Basuki dalam menegakkan hukum di Ibu Kota. Hal itu, menurut Ridwan, sangat berbeda dibanding pemimpin masa lalu yang bersifat kompromistis.

"Itu dulu, sekarang kita bicara ke depan. Jangan bicara dulu, kita enggak kenal ini 'barang'," kata Ridwan mengomentari pernyataannya pada masa lalu.

Editor : Laksono Hari Wiwoho

sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2013/12/06/1408063/Ridwan.Saidi.Jakarta.Acak-acakan.Makin.Hancur.di.Tangan.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Thursday, December 5, 2013

Hakim pengadilan negeri selingkuh dengan hakim pengadilan agama




Merdeka.com - Komisi Yudisial (KY) telah membentuk tim panel untuk menelusuri dugaan perselingkuhan antara hakim berinisial ES yang berdinas di Pengadilan Negeri Muara Tebo dengan MT yang berdinas di Pengadilan Agama Muara Tebo, Jambi.

"KY sudah membentuk tim panel dan tenaga ahli yang ditugasi untuk menangani kasus perselingkuhan antar hakim di Tebo, Jambi," kata Komisioner KY Imam Anshori Saleh, di Jakarta, Kamis (5/12).

Menurut Imam, Badan Pengawas Mahkamah Agung telah menyerahkan penanganan kasus itu kepada KY karena tergolong perilaku murni.

"Saya sudah mendapat laporan dari Kepala Biro Pengawasan KY bahwa Bawas MA menyerahkan penanganan kasus itu sepenuhnya kepada KY. Karena itu menyangkut perilaku murni maka penanganannya dilakukan KY. Kalau menyangkut teknis yudisial menjadi ranah MA. Ada kesepakatan pembagian kewenangan seperti itu meskipun tidak tertulis," katanya dikutip antara.

Imam mengatakan KY pada tahap awal akan segera memanggil pelapor dan saksi-saksi. "Kalau terbukti (selingkuh) rekomendasi pemberhentian tetap, karena perselingkuhan itu tergolong pelanggaran berat," kata Imam.

Sebelumnya, HR melaporkan istrinya, ES, selingkuh dengan oknum hakim di Pengadilan Agama (PA) Tebo, berinisial MT pada Sabtu (30/11).

Atas kejadian ini, Pengadilan Tinggi Jambi telah menarik Hakim ES dari Pengadilan Negeri Muara Tebo.

[tts]

sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/hakim-pengadilan-negeri-selingkuh-dengan-hakim-pengadilan-agama.html

Ratusan Bus Pesanan Jokowi Terancam Sia-sia




JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendatangkan ratusan bus berbahan bakar gas (BBG) pada bulan ini terancam sia-sia. Belum adanya jaminan ketersediaan pasokan gas sebagai bahan bakar jadi penyebab.

Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Pargaulan Butarbutar mengatakan, saat ini sudah ada 9 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) serta 4 mobile refueling unit (MRU) yang melayani kebutuhan 579 transjakarta. Jika datang ratusan bus lagi, kata Pargaulan, maka mau tak mau jumlah SPBG atau MRU di Jakarta harus ditambah.

"Kita sudah perkirakan, 650 bus baru itu akan membutuhkan 196.800 liter setara premium (LSP) BBG tiap harinya. Artinya, harusnya (jumlah SPBG atau MRU) lebih dari yang ada kini," ujarnya ketika dihubungi, Rabu (4/12/2013).

Kepala Departemen Komunikasi Korporat Perusahaan Gas Negara (PGN) Ridha Ababil mengatakan adanya kendala membangun infrastruktur SPBG atau MRU. Menurut Ridha, tidak mungkin PGN sembarangan membangun infrastruktur tanpa kepastian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral soal jumlah kendaraan berbahan bakar gas. Tidak mungkin, kata Ridha, PGN hanya bergantung pada pasar bus transjakarta milik Pemprov DKI Jakarta. Oleh sebab itu, PGN tidak menambah pasokan gas untuk sektor transportasi di Ibu Kota.

"Untuk transportasi, kami terbatas menyediakan pasokan. Kita perlu aturan, entah dari pusat atau daerah, yang mendorong masyarakat beralih ke gas. Dengan semakin banyaknya pasar, tentunya akan ada infrastruktur yang kita sediakan," ujar Ridha.

Ridha menyebutkan, jika pemerintah pusat tak turun tangan mendorong perbanyakan pasar kendaraan BBG, maka kerja sama antara PGN dan Pemprov DKI tidak ada gunanya. Pasokan gas ke ratusan transjakarta itu hanya akan mengandalkan 9 SPBG milik Pertamina dan 4 MRU milik PGN, tidak lebih.

"Ya, paling tahun ini kita tambah dua MRU lagi di Monas dan satu SPBG di Pondok Ungu. Mudah-mudahan cukup," ujar Ridha.

DPRD minta penjelasan

Ketua Komisi B urusan transportasi DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin, mengatakan, Dinas Energi dan Industri DKI Jakarta harus memaparkan kesiapan pasokan gas untuk ratusan bus yang akan datang. Pemprov DKI, kata Selamat, harus memberi kepastian bahwa bus-bus yang direncanakan untuk mengoptimalkan jalur transjakartatidak sia-sia akibat tidak ada bahan bakar.

"Harusnya dijelaskan, rasio penggunaan gasnya. Satu bus butuh berapa liter gas. Satu SPBG atau MRU menyediakan berapa liter gas. Kalau kurang, ya mesti ditambah. Jangan sampai ada penumpang yang telantar lagi nantinya," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

Jokowi tetap yakin

Di tengah ketidakpastian pasokan gas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tetap yakin bahwa ratusan bus yang kini tengah dirakit di China dan Malang tersebut tidak akan terparkir sia-sia. Keyakinan itu dilandaskan oleh kerja sama yang telah dijalin Pemprov DKI dan perusahaan penyedia bahan bakar gas bagi transportasi.

"Waktu kemarin kita komunikasi, Pertamina nyanggupin, PGN nyanggupin, Kementerian ESDM nyanggupin, saya tinggal nagih saja," ujar Jokowi.

Tahun ini sedianya Pemprov DKI mendatangkan seribu bus. Namun, rencana itu berubah menjadi 650 bus. Bus-bus itu terdiri dari 310 transjakarta dan 340 bus sedang. Untuk transjakarta, 20 unit di antaranya masih berbahan bakar solar dan akan dipasangi perangkat pengonversi BBG.

Harga satu transjakarta gandeng sekitar Rp 3,7 miliar per unit, sedangkan bus tunggalRp 2 miliar per unit. Jokowi memperkirakan, ratusan bus tersebut akan datang pada pertengahan Desember 2013 dan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Editor : Laksono Hari Wiwoho

sumber: (http://megapolitan.kompas.com/read/2013/12/05/1009063/Ratusan.Bus.Pesanan.Jokowi.Terancam.Sia-sia)

Popular Posts